REI Dukung Pola Baru Subsidi Rumah
Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mendukung pola baru subsidi yang ditawarkan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera). "Pola subsidi baru yang ditawarkan sudah bagus, tinggal bagaimana
persiapannya," kata Ketua Umum REI, Teguh Satria di Jakarta.
REI Bangun 10.900 Rumah di Aceh
Prospek bisnis properti atau perumahan pada 2010 di Aceh dinilai cukup menjanjikan menyusul berkembangnya perekonomian dan semakin kondusifnya kondisi keamanan di wilayah provinsi itu.
Proyek Residensial Bangkit Pascakrisis
Tahun 2010 ini akan menjadi era kebangkitan bagi proyek-proyek residensial atau perumahan (landed house). Setelah sempat limbung terimbas krisis global hingga kuartal ketiga tahun lalu, permintaan hunian residensial cenderung membaik sejak kuartal terakhir 2009. Tak heran bila sejumlah pengembang mulai bersiap-siap meluncurkan proyek baru.
Proyek Perkantoran Mulai Bergerak
Krisis finansial global yang telah mereda mendorong pengembang kembali membangun proyek perkantoran. PT Arah Sejahtera Sarana, pengembang megaproyek Kuningan City, tahun ini berencana memulai pembangunan dua menara gedung perkantoran strata-title di proyek superblok tersebut.
Masalah Listrik Picu Kenaikan Harga Properti
Pertumbuhan sektor properti di Batam tahun ini masih dibayang-bayangi sejumlah kendala, mulai dari lamanya proses birokrasi perizinan, khususnya dalam mengurus HPL (Hak Pengelolaan Lahan), masih banyak lahan yang belum jelas statusnya, hingga mahalnya biaya pengadaan air bersih dan listrik.
Liputan Khusus
Memanfaatkan Momentum Pemerintahan Baru
Rakernas REI tahun 2009 memiliki arti penting dalam pejalanan organisasi REI, karena diselenggarakan bersamaan dengan 9th FIABCI Asia Pacific Secretariat Summit serta dilaksanakan setelah terbentuknya Pemerintahan Indonesia 2009 - 2014.
Bunga Kredit Tinggi, Penurunan Penjualan Terus Berlanjut
Tingkat suku bunga kredit pemilikan
rumah (KPR) yang kini berkisar 14-18 % menyebabkan penjualan rumah
kelas menengah ke bawah turun 32%. Penurunan itu diprediksi berlanjut
hingga triwulan I – 2009.