|
2009-12-15 18:48:41 REI Jajaki Gas RT
PALEMBANG – Proyek gas rumah tangga (RT) bukan hanya menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kota Palembang fasilitas Ditjen Migas. Ternyata, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumsel juga tertarik mengembangkan fasilitas ini di kompleks perumahan yang dibangun oleh para develover (pengembang). Agus Alamsyah, Sekretaris DPD REI Sumsel menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk pengadaan gas rumah tangga (RT). "Baru akan kita usulkan draft lokasi perumahan yang memungkinkan bisa mendapat fasilitas gas RT dan menjadi garapan pasar PGN," ujarnya kepada Sumatera Ekspres. Dikatakan, itu berarti REI memberikan segmen pasar yang sudah ada dan jelas. "Tercatat sekitar 7-8 ribu unit rumah siap mendapat fasilitas gas RT. Mereka berada di lokasi perumahan yang memang sudah berkembang pesat dan wilayah mereka sudah dilalui oleh pipa induk gas," ujar Agus. Seperti lokasi perumahan yang akan ditawarkan ada di Talang Kelapa, Sukarami, Kenten, dan Jakabaring. Lanjutnya, karena ini juga menyangkut pembangunan kawasan, maka pemerintah, PGN, dan REI harus saling bersinergi dan berkoordinasi. Di samping, menyangkut perencanaan pembangunan yang matang dan pemberian fasilitas perumahan oleh REI. Selain fasilitas listrik, air, jalan, tempat publik yang sudah ada, REI juga ingin mengaliri perumahan dengan gas RT. "Jika PGN mau segmen pasar gas RT di perumahan, itu sangat potensial," ujarnya. Meski disadari memang kuota pemasangan gas RT oleh PGN kecil setiap tahunnya. “Sekitar 300 KK untuk pemasangan pertahun,” tukasnya. Oleh sebab itu, REI mengusulkan titik perumahan yang benar-benar dialiri gas RT dan menjadi konsumen PGN. Di satu sisi REI juga tetap berupaya meminta keseriusan PT Perusahaan Listrik negara (PLN) untuk menyediakan fasilitas listrik baru perumahan terutama RSh yang belum mendapat fasilitas listrik. "Bagaimana mau bicara rumah sehat, pendidikan yang bagus, dan lain sebagainya kalau rumah pun belum ada. Ini tentu menjadi persoalan krusial yang harus dituntaskan," ujar Agus. Untuk fasilitas air, Agus mengakui tidak menjadi masalah. Apalagi Wali Kota Palembang, Ir Eddy Santana Putra bertekad permasalahan air bersih di Kota Palembang tuntas 2010 alias 100 persen warga kota bisa menikmati air bersih. Tercatat sekitar 80 persen penduduk Kota Palembang sudah menikmati air bersih atau sudah ada 141 ribu pelanggan PDAM Tirta Musi belum ditambah pelanggan Air Tirta Sriwijaya (ATS). "Soal air tak ada masalah, jika pun jaringan tidak ada, maka bisa memanfaatkan air bawah tanah (sumur). Banyak RSh kita yang menggunakan air sumur," ujarnya. Nah, pasokan listrik yang menjadi persoalan tak tuntas-tuntas. Data terakhir per Oktober ada sekitar 4 ribu rumah, mayoritas rumah sederhana sehat (RSh) bersubsidi di Kota Palembang yang belum mendapat pasokan listrik. "Karena, pembangunan rumah oleh anggota REI terus bertambah setiap bulan sesuai dengan target yang ditetapkan. Artinya, daftar tunggu rumah yang mengantre listrik terus bertambah," ujarnya. Catatan REI hingga pertengahan Desember bertambah jadi 7 ribu rumah belum dapat listrik. "Tahun ini target kita bisa bangun 14 ribu unit rumah. Yang sudah dibangun di atas 10 ribu unit," ujarnya. Alasannya tidak tersedia kWh meter. Padahal, janjinya awal November akan dipenuhi, tapi hingga sekarang belum terealisasi. Menyangkut soal kuota yang ditetapkan pusat, tambah dia, jika tidak dipenuhi tahun ini berarti harus menunggu tahun depan. Rumah baru paling cepat mendapat aliran listrik dari PLN harus menunggu di atas 1 tahun, bahkan 2 tahun. (Sumber : http://www.sumeks.co.id) |
BERITA
DownLoad |



