|
2009-12-15 18:50:02 Target REI Meleset Tidak Penuhi RSH
JAKARTA - Tahun ini target pengembang yang tergabung dalam ReaL Estat Indonesia (REI) untuk pemenuhan Rumah Sederhana Sehat (RSh) meleset. Pasalnya, awal tahun mereka menargetkan terbangun 158.138 unit rumah tetapi kenyataannya sampai Oktober ini hanya terpenuhi 117. 774 unit. "Jadi. sepertinya kami tak mencapai target, hanya 135 ribu unit diprediksi terbangun," kata Ketua DPP REI, Teguh F. Satria usai diskusi panel REI akhir tahun di Hotel Le Meridien. Teguh menjelaskan, beberapa kendala tidak tercapainya target 2009 antara lain pasokan listrik dari PLN terhadap rumah-rumah RSH yang dibangun anggota REI tidak terpenuhi. "Tidak mungkin menggunakan genset karena biayanya tentu bisa lebih mahal," tuturnya. Selain itu penyebab kedua yakni target market RSH Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak tercapai. RSH untuk PNS relatif tidak bisa diambil karena kesulitan uang muka (down payment). "Kebijakan lama soal uang muka Rp lOjuta dihentikan menjadi sifatnya bantuan saja," kala Teguh.Itu membuat pangsa pasar RSH menurun. Meski demikian REI tetap optimistis bisnis properti akan terus tumbuh antara 12 persen sampai 15 persen di tahun mendatang. Untuk proyeksi 2010, Teguh mengaku menargetkan akan membangun 160 ribu unit RSh. "Kami masih menunggu daerah memberikan laporannya karena mereka yang menentukan target masing-masing," kata Teguh. Tetapi dia optimistis tidak akan bergeser jauh dan 160 ribu unit tadi.Dalam kesempatan yang sama. Teguh mengatakan pihaknya telah membangun lebih dari 90 menara Rumah Susun Sederhana Milik i rusun.liun Menurutnya, kebanyakan pengembang berencana beralih membangun apartemen sederhana milik (anami) dengan rentang harga Rp 150 juta sampai Rp 300 juta. (Sumber:Indo Pos) |
BERITA
DownLoad |



