|
2010-01-05 15:38:01 Bisnis Properti Jawa Tengah 2009 Lesu
Bisnis properti di Jawa Tengah selama tahun 2009 yang diindikasikan oleh tingkat penjualan rumah mengalami kelesuan, bila dibandingkan dengan tahun 2008 menurun hingga 50 persen. "Tahun 2009, terjadi penurunan tajam. Hal itu, diukur dari empat kali ekspo atau jualan perumahan bersama selama tahun 2009," kata Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng, Sudjadi, di Semarang, Kamis. Penurunan tersebut tidak hanya terjadi di Kota Semarang, akan tetapi juga di daerah lain seperti di Tegal. Sudjadi menyebutkan, pada tahun 2008, jumlah rumah yang terjual sebanyak 400 unit, sedangkan pada tahun 2009 hanya 200 unit. "Itu artinya, penjualan rumah turun drastis," katanya. Penurunan penjualan rumah terjadi untuk kelas menengah ke bawah dan diperkirakan terjadi karena masyarakat disibukkan dengan politik. "Selama tahun 2009, masyarakat disibukkan dengan euforia Pemilu Legislatif 2009 dan Pemilu Presiden 2009, ada lagi, pemilihan kepala daerah. Akibatnya, konsentrasi ke pemilu dan melupakan kebutuhan pokok yakni rumah," katanya. Sudjadi menjelaskan, permasalahan politik yang merundung Indonesia memberikan pengaruh hebat terhadap daya beli masyarakat yang merosot drastis. Penilaian penurunan daya beli masyarakat akibat berkonsentarasi terhadap politik baik itu pemilu serta permasalahan politik lainnya tersebut, semakin kuat karena jika dibandingkan dengan tahun 2007 ke tahun 2008, tingkat penjualan rumah cenderung stabil. Harapan REI Jateng untuk tahun 2010, lanjut Sudjadi, kondisinya akan lebih baik dan dengan dorongan pemerintah situasi ekonomi makro diperkirakan positif. Apalagi, DPR juga telah menyetujui anggaran subsidi kredit perumahan rakyat (KPR) untuk tahun 2010 sebesar Rp3,1 triliun. "Angka itu, jauh lebih baik dibandingkan pada tahun 2009 yang nilainya Rp2,5 triliun," katanya. Menurutnya, dengan adanya subsidi tersebut, membuka kran lebih lebar terhadap minat masyarakat untuk membeli rumah. Sudjadi menambahkan, jika tahun 2009 merupakan tahun politik yang diwarnai dengan kasus Century, maka tahun 2010 diharapkan menjadi tahun ekonomi. (Sumber:vibiznews.com) |
BERITA
DownLoad |



