|
2010-01-05 15:38:42 Masalah Listrik Picu Kenaikan Harga Properti
BATAM - Pertumbuhan sektor properti di Batam tahun ini masih dibayang-bayangi sejumlah kendala, mulai dari lamanya proses birokrasi perizinan, khususnya dalam mengurus HPL (Hak Pengelolaan Lahan), masih banyak lahan yang belum jelas statusnya, hingga mahalnya biaya pengadaan air bersih dan listrik. Untuk listrik misalnya, saat ini setiap penghuni rumah akan dikenakan biaya sekitar tiga juta rupiah untuk pemasangan jaringan sampai ke rumah. Hal itu terjadi karena PT PLN Batam tidak menanggung biaya pemasangan jaringan, begitupun dengan pemasangan jaringan untuk air bersih. “Kondisi itu juga menjadi salah satu faktor yang akan memicu peningkatan harga properti di Batam,” kata Ketua DPD REI Khusus Batam yang juga Direktur Utama PT Mulya Realty Batindo, Mulya Pamadi, di Batam, baru-baru ini. Hal yang juga dianggap menjadi kendala adalah aturan tentang kepemilikan properti oleh warga negara asing. Pemerintah dinilai sudah saatnya memberi kelonggaran bagi orang asing untuk membeli properti di Indonesia. Saat ini, izin pemilikan rumah untuk orang asing masih 25 tahun, padahal Singapura dan Malaysia sudah memberi izin hingga 99 tahun. “Untuk meningkatkan pertumbuhan industri properti, pemerintah perlu mengubah aturan yang ada dan memberi izin kepemilikan rumah bagi orang asing hingga 75 tahun atau sama dengan Singapura dan Malaysia yang 99 tahun,” kata Mulya. Sementara itu, selain proyek-proyek hunian, pasar rumah toko (ruko) diprediksi bakal naik daun tahun ini. Ini menyusul akan dibukanya kasino di Singapura pada April tahun depan. Kondisi itu memicu pebisnis di Batam dan sekitarnya akan membuka usaha di ruko untuk menampung wisatawan dari Singapura yang akan menikmati makanan dan penginapan dengan harga murah di Batam selepas bermain di kasino. Salah satu pengembang di Batam, PT Citra Buana, mengaku telah mengantisipasi permintaan ruko tahun depan dengan membangun kawasan bisnis di Harbour Bay. “Ruko dengan harga minimal satu miliar rupiah saat ini sudah hampir habis diserbu pembeli,” klaim Humas PT Citra Buana, Jong Hoa.(Sumber:Koran Jakarta) |
BERITA
DownLoad |



