Search :
2010-01-05 15:41:46
REI Bangun 10.900 Rumah di Aceh
Prospek bisnis properti atau perumahan pada 2010 di Aceh dinilai cukup menjanjikan menyusul berkembangnya perekonomian dan semakin kondusifnya kondisi keamanan di wilayah provinsi itu.

Pihak Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Aceh menyatakan, sedikitnya terdapat tiga faktor pendukung yang mendorong bisnis tersebut berkembang di "Tanah Rencong" itu yaitu korban tsunami yang masih trauma tinggal di lokasi bencana tsunami, kemudian saat ini banyaknya pasangan muda baru yang butuh rumah, serta pendatang baru dari luar yang mencari kerja maupun yang sudah bekerja di Aceh.Karenanya, pengembang (developer) yang bernaung di bawah REI Aceh merencanakan pada tahun 2010 akan membangun sebanyak 10.900 unit rumah baru di 23 kabupaten/kota di Aceh, terdiri dari pembangunan rumah untuk komersil 10.600 unit dan rumah dinas 300 unit. REI juga membangun 1.700 unit pertokoan, dan 630 bangunan lain-lain dengan jumlah mencapai 13.230 unit.

"Kita akan membangun rumah sebanyak 10.900 unit pada tahun 2010. Ini dikarenakan permintaan dan kebutuhan rumah sangat banyak," ujar Sekretaris Umum (Sekum) DPD REI Provinsi Aceh, Drs Effendi kepada wartawan, usai pertemuan dengan pimpinan BNI Syariah Cabang Banda Aceh.Menurutnya, pembangunan rumah yang direncanakan 2010, merata di seluruh Aceh, namun yang paling banyak akan dibangun di Kabupaten Aceh Besar yaitu mencapai 1.500 unit dan rumah dinas sebanyak 35 unit.

Untuk itu, ia berharap developer yang bergabung dalam REI sebanyak 151 perusahaan, bisa membangun rumah komersil dan rumah dinas yang direncanakan dengan pinjaman kredit bank dengan bunga rendah."Kita sudah berencana untuk meminjam kredit pada BTN Cabang Banda Aceh dan BNI Syariah Cabang Banda Aceh yang pembicaraan awal sudah dilaksanakan, tinggal menunggu teken MoU-nya saja," kata Effendi.

Untuk memuluskan rencana tersebut, ia berharap agar pihak BNI Syariah Cabang Banda Aceh dalam mengeluarkan kredit jangan terlalu kaku, sebab untuk mencapai 100 persen pembangunan rumah akan sedikit sulit, karena banyak hal yang perlu dikerjakan. "Jika fisik selesai sekitar 80 persen, kredit itu dapat dicairkan tanpa harus menunggu pekerjaan lain selesai. Contohnya sambungan listrik yang membutuhkan waktu sekitar enam bulan baru tersambung," ungkapnya.

Bergaya Modern

Sementara itu, Pimpinan Cabang BNI Syariah Banda Aceh, Ahmad Yusuf Widodo mengatakan, jika dilihat kebutuhan rumah pasca tsunami di Aceh sangat besar. Apalagi, sebutnya, masyarakat Aceh dalam membangun rumah sudah bergaya dan berbudaya modern.

"Kita akan salurkan kredit pembangunan rumah di Aceh sebesar Rp10 miliar dimana setiap objek proyek kita salurkan maksimal Rp1 miliar," katanya sembari mengatakan saat ini BNI Syariah Banda Aceh sudah menyalurkan kredit sebesar Rp30 miliar di antaranya 40 persen untuk pembangunan rumah.

(Sumber:analisadaily.com)

Agenda

  • Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI Tahun 2009
  • HUT Ke-37 REI Tahun 2009
  • Rakernas REI Tahun 2008 dan Peringatan Hari Habitat Dunia 2008
  • Acara Temu Anggota(Talk Show) Alternatif Solusi Krisis Energi Listrik di Bandung
  • Agenda Kegiatan DPD REI

Regulasi

  • Undang-Undang
  • Perpu
  • Peraturan Pemerintah
  • Keputusan Presiden
  • Keputusan Menteri
  • Surat Edaran
  • Peraturan Lain
  • Peraturan Menteri

BERITA

  • REI Ajukan Uji Materi PP
  • REI: Permudah urusan fasum dan izin perumahan
  • Harga Bertahan, Profit RSh Menipis
  • DPP REI Umroh Bersama dengan 2.350 Dollar AS
  • Susahnya Pasang Baru Listrik
  • REI Sulsel : Lambat Pasokan Bahan Pengaruhi Pembangunan
  • REI Siap Buka Universitas Properti Global
  • REI Minta PTPN 2 Lepaskan Lahan 100 ha untuk Perumahan Rakyat
  • REI Home Expo Segera Digelar
  • REI Anggap Kurang Koordinasi

DownLoad

  • Form Laporan Pengembang utk BPN terkait PP 11 thn 2010
  • AD/ART REI Tahun 2007 - 2010
  • PMK No. 187
  • Referensi Peraturan-peraturan
  • Aspek Perpajakan Realestat
  • Mars REI
  • Hymne REI
DPP - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia © 2008-2009. Allright reserved, powered by ws