Search :
2010-01-05 15:42:45
REI Dukung Pola Baru Subsidi Rumah
Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mendukung pola baru subsidi yang ditawarkan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera).

"Pola subsidi baru yang ditawarkan sudah bagus, tinggal bagaimana persiapannya," kata Ketua Umum REI, Teguh Satria di Jakarta.

Sebelumnya, Menpera Suharso Monoarfa mengatakan, pemerintah tengah mengkaji rencana dana subsidi perumahan pada 2010 yang akan langsung diserahkan kepada bank penyalur untuk menambah likuiditas.

Rencana itu bertujuan agar suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dapat dipertahankan pada level 6 sampai 7 persen selama masa angsuran.

Menpera beranggapan, pola subsidi lama dinilai sangat panjang, pasalnya konsumen harus melewati proses verifikasi baik diperbankan sendiri dan pemerintah (Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Kemenpera).

Namun dengan pola baru, proses verifikasi cukup melalui perbankan saja, sebut Menpera yang optimis pola ini dapat diterapkan dalam waktu dekat.

Teguh mengingatkan kemungkinan ada beberapa persoalan seandainya langsung diterapkan karena sebagian konsumen sudah ada terbiasa dengan proses lama.

Menurut Teguh, konsep yang baru sudah bagus sebagai upaya untuk mempercepat dan memaksimalkan tingkat penyerapan subsidi karena dana subsidi yang ada langsung disalurkan ke perbankan untuk mengelolanya dan menyalurkannya kepada masyarakat.

Seperti diketahui dana subsidi 2010 tercatat sebesar Rp3,1 triliun. Jumlah ini jauh lebih dari subsidi yang diterima pada 2009 yang hanya Rp2,5 triliun, namun subsidi 2009 dari jumlah itu hanya terserap Rp871 miliar atau 34%.

Kondisi demikian akibat krisis ekonomi tahun 2008 yang dampaknya dirasakan sampai 2009 membuat turunnya permintaan rumah subsidi karena turunnya daya beli masyarakat.

Sebelumnya, Soeharso mengatakan, salah satu kendala penyerapan subsidi karena tidak melihat kemampuan masyarakat sasaran yang membeli rumah.

Katakanlah dengan penghasilan Rp2,5 juta memang mendapat fasilitas subsidi bunga maupun uang muka, kata Suharso, apakah mereka sanggup menyisihkan angsuran rumah setiap bulan untuk jangka 15 tahun paling lama.

Ke depan, menurut dia, pemerintah akan melihat berapa kemampuan sebenarnya dengan penghasilan Rp2,5 juta. Dikatakan jika hanya mampu mengangsur Rp200 ribu per bulan, padahal cicilan rumah minimal Rp500 ribu, maka Rp300 ribu akan disubsidi pemerintah, kata Suharso.

(Sumber:vibiznews.com)


Agenda

  • Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI Tahun 2009
  • HUT Ke-37 REI Tahun 2009
  • Rakernas REI Tahun 2008 dan Peringatan Hari Habitat Dunia 2008
  • Acara Temu Anggota(Talk Show) Alternatif Solusi Krisis Energi Listrik di Bandung
  • Agenda Kegiatan DPD REI

Regulasi

  • Undang-Undang
  • Perpu
  • Peraturan Pemerintah
  • Keputusan Presiden
  • Keputusan Menteri
  • Surat Edaran
  • Peraturan Lain
  • Peraturan Menteri

BERITA

  • REI Ajukan Uji Materi PP
  • REI: Permudah urusan fasum dan izin perumahan
  • Harga Bertahan, Profit RSh Menipis
  • DPP REI Umroh Bersama dengan 2.350 Dollar AS
  • Susahnya Pasang Baru Listrik
  • REI Sulsel : Lambat Pasokan Bahan Pengaruhi Pembangunan
  • REI Siap Buka Universitas Properti Global
  • REI Minta PTPN 2 Lepaskan Lahan 100 ha untuk Perumahan Rakyat
  • REI Home Expo Segera Digelar
  • REI Anggap Kurang Koordinasi

DownLoad

  • Form Laporan Pengembang utk BPN terkait PP 11 thn 2010
  • AD/ART REI Tahun 2007 - 2010
  • PMK No. 187
  • Referensi Peraturan-peraturan
  • Aspek Perpajakan Realestat
  • Mars REI
  • Hymne REI
DPP - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia © 2008-2009. Allright reserved, powered by ws