|
2010-01-31 16:00:16 Soal Listrik Perumahan, Tim 11 REI-Apersi Riau Temui Dahlan Iskan
Tim 11 Real Estate Indonesia (REI) Wilayah Riau dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Riau akan bertemu dengan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan. Pertemuan itu membahas soal kebutuhan listrik untuk bisnis perumahan di Riau. “Sore ini kami berangkat, dan besok akan bertemu dengan jajaran direksi PLN untuk membahas persoalan listrik bagi bisnis perumahan di daerah,” kata Ketua Apersi Riau, Herwanto, kepada riaubisnis.com lewat telepon. Tim 11 REI Riau dan Apersi Riau, katanya, terdiri dari 6 pengurus dari REI dan 5 orang pengurus Apersi Riau. Tim ini dibentuk khusus untuk mengadvokasi masalah listrik bagi industri properti di Riau. “Tim 11 akan memaparkan fakta-fakta tentang minimnya pasokan listrik perumahan di Riau. Dalam Agenda pertemuan tersebut akan membahas soal kebutuhan listrik untuk perumahan di Riau,” tegasnya. Tim 11 REI Riau-Apersi Riau, kata Herwanto, diundang PLN sebagai perwakilan para pengembang dari Sumatera. Pertemuan itu juga akan diikuti oleh para perwakilan pengembang dari daerah lainnya. Lebih jauh Herwanto menjelaskan, ada sekitar 17 ribu unit rumah yang tak dialiri listrik di Riau. Padahal, puluhan ribu unit rumah itu telah dibangun beberapa tahun lalu. “Dan sekarang kami masih sulit menjual rumah, karena belum ada listriknya,” keluhnya. Dalam pertemuan itu, Tim 11 juga akan meminta dispensasi kepada PLN untuk tidak memberlakukan Standar Layak Operasi (SLO) dari Konsuil (Komite Nasional Keselamatan untuk Instalasi Listrik) bagi rumah yang telah dibangun di Riau. Alasannya, akan menambah beban operasional para pengembang. “Rumah yang kami bangun sudah ada standar dari AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia), kalau pakai SLO dari Konsuil, malah tambah beban biaya lagi,” ujarnya. Kata Herwanto, Konsuil adalah suatu badan yang ditunjuk oleh pemerintah. Tugasnya untuk melaksanakan pemeriksaan instalasi listrik tegangan rendah dan menerbitkan SLO bagi instalasi listrik yang sudah memenuhi standar. Sementara itu, Ketua REI Riau, Rifayendi menilai, syarat dari PLN agar para pengembang memakai kriteria SLO dari Konsuil, juga akan menambah beban para pengembang. “Rumah sudah kita bangun beberapa tahun lalu, kenapa malah tahun ini diberlakukan. Sedangkan rumah yang kami bangun juga sesuai standar dari AKLI,” katanya. Dikatakan Rifayendi, untuk mendapatkan SLO dari Konsuil tiap pengembang dibebankan biaya sekitar Rp 77 ribu per rumahnya. “Dan itu disesuaikan juga daya listriknya dalam satu rumah,” tambahnya. Rifayendi menegaskan, kalau Tim 11 akan berusaha agar pasokan daya listrik untuk perumahan di Riau semakin bertambah. Karena, permintaan akan perumahan di Riau terus meningkat. ”Kalau masalah listrik belum teratasi, maka pertumbuhan bisnis perumahan juga terhambat, sebab rumah yang tak dialiri listrik pasti sulit dijual,” ujarnya. (Sumber:riaubisnis.com) |
BERITA
DownLoad |



