|
2010-02-09 16:14:36 Rumah Vertikal Kurang Diminati di Makasar
Rumah vertikal seperti apartemen, kondominium dan sejenisnya masih kurang diminati warga kota Makassar. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Jamaluddin Djafar, di Makassar, Jumat, mengatakan, kawasan perumahan (landed house) masih cukup diminati konsumen di Makassar saat ini. "Kebiasaan orang Makassar masih terbiasa dengan `landed house`. Mereka masih mencari rumah yang ada kelebihan tanahnya untuk menanam pohon," ucapnya Menurutnya, untuk mengubah pola pikir masyarakat menempati rumah seperti model apartemen, kondominium atau sejenisnya tampaknya masih sulit dilakukan di daerah ini. Sebab, sudah ada beberapa pengembang yang mencoba melakukan pembangunan rumah vertikal banyak yang tersendat, akibat berbagai faktor termasuk permintaan izin dari Pemda setempat. Dia memperkirakan, kemungkinan permintaan rumah vertikal ada, jika pengembangan kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar) telah rampung yang diperkirakan bisa selesai pada 2012 mendatang. Padahal, ungkapnya, kalau dilihat dari hitung-hitungan bisnisnya, pembangunan rumah vertikal jauh lebih menguntungkan dibanding pengembangan kawasan perumahan. "Nilai investasi pengadaan lahan apartemen lebih menguntungkan, sebab lahan yang dibutuhkan tidak terlalu besar," ucapnya. Pengembangan konsep ini diakui layak dikembangkan di kota besar seperti Makassar, sebab lahan pembangunan perumahan baru semakin sulit di temukan di daerah ini. "Kalau mau buat perumahan baru, tinggal yang daerah pinggiran (perbatasan daerah) saja yang tertinggal. Kalau di dalam kota sudah sulit dapat lahan," ucapnya. Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Sulsel Irianto Ahmad, sebelumnya mengaku rencana tata ruang kota yang ada saat ini belum ada penyesuaian dengan pembangunan rumah vertikal. "Pemerintah sebaiknya merevisi RTRW yang belum menyesuaikan perkembangan kota yang semakin pesat dan mempersiapkan Makassar sebagai kota dunia pada 2020 nanti," ucapnya. Apalagi, ungkap dia, pesatnya perkembangan kota telah menyebabkan terjadinya penyempitan lahan, sehingga mendorong pengusaha membuat bangunan "vertikal" atau gedung tinggi. (Sumber:vibiznews.com) |
BERITA
DownLoad |



