|
2010-02-09 16:16:45 Enam Bank Ramaikan REI Vaganza
MAKASSAR - Sebanyak enam bank akan ikut menyemarakkan acara REI Vaganza, pameran perumahan yang akan diselenggarakan 12-21 Februari di Mall Ratu Indah (MaRI) Makassar. Keenam bank tersebut akan mendukung pembiayaan perumahan dalam pameran tersebut, mereka adalah, BRI, BNI, BTN, Bank Panin, Bank Mandiri, dan Bank Permata. Pameran perumahan pertama tahun 2010 ini, digelar sebagai rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) Real Estate Indonesia (REI) ke-38. Pada pameran ini, panitia menargetkan transaksi sebesar Rp 90 miliar. Ketua REI Sulsel, Jamaluddin Jafar mengatakan, dalam pelaksanaan pameran tersebut, REI akan memberikan harga rumah yang lebih rendah dari harga jual rumah secara umum. Di samping itu, menurut dia dengan menggandeng enam bank nasional, membuat tawaran paket suku bunga untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) juga lebih variatif. "Target sebesar Rp 90 miliar adalah target realistis, mengingat potensi penjualan perumahan yang terus mengalami peningkatan," tuturnya kemarin. Ia mengungkapkan, pelaksanaan pameran yang akan di selenggarakan di atrium MaRI tersebut, semua anggota REI akan mengambil bagian, dengan produk utama yang akan menjadi jualan adalah jenis rumah menengah dan rumah sederhana sehat (RSh). "Saat ini, 90 persen dari total stan yang disiapkan telah terisi. Dan diharapkan semua anggota REI dapat ambil bagian untuk menyemarakkan HUT REI ke-38," ujar Jamal. Untuk fasilitas pembiayaan dalam pameran tersebut, REI menggandeng bank BRI, BNI, BTN, Bank Panin, Bank Mandiri dan Bank Permata. Setiap bank menawarkan suku bunga yang menarik. Sekretaris DPD REI Sulsel, Raymond Arfandy, usai melepas konvoi REI Vaganza kemarin mengatakan, pameran bertajuk REI Vaganza tersebut membuka kesempatan pada masyarakat untuk memperoleh rumah dengan fasilitas proses kredit yang mudah. Di samping itu, pameran dengan tawaran harga rumah yang menarik, bertujuan untuk mendorong daya beli masyarakat, khususnya untuk jenis rumah kelas menengah ke bawah. "Pameran diperlukan untuk mendorong daya beli masyarakat. Karena selama ini, akibat minimnya pasokan listrik untuk sektor perumahan membuat banyak calon in user atau pembeli yang melakukan penundaan pembelian rumah. Dan tiap bulan jumlahnya terus mengalami peningkatan," tandasnya. (Sumber:news.fajar.co.id) |
BERITA
DownLoad |



