|
2010-05-21 14:27:14 2.000 Sambungan Listrik Baru Untuk REI Sultra
Real Estate Indonesia Sulawesi Tenggara 2010 mendapat jatah sambungan listrik baru untuk 2.000 unit rumah yang telah masuk dalam daftar tunggu. Ketua Real Estat Indonesia (REI) Sultra, Amiruddin Massa di Kendari Jumat, mengatakan REI memprioritaskan perumahan yang sudah lama dihuni tetapi belum mendapat sambungan listrik. "Sampai sekarang masih ada perumahan yang telah dibangun sejak 7 tahun lalu tetapi belum mendapat sambungan listrik. Mereka masuk kategori prioritas dan selebihnya akan menunggu jatah berikutnya," katanya. Menurut Amiruddin, pengusaha pengembang mengeluhkan sulitnya mendapat porsi sambungan baru dari PT (Persero) PLN, bahkan biaya pemasangan sambungan baru diduga ada pungutan liar. Untuk menghindari hal itu, REI dan PLN telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang isinya memberikan keleluasaan bagi REI untuk mengelola sendiri jatah sambungan baru dari PLN. Saat ini, REI sedang mendata rumah yang akan memperoleh sambungan baru karena ditargetkan jatah 2.000 sambungan terealisasi kurun waktu dua bulan. "Mudah-mudahan Juli 2010 sudah bisa terpasang sehingga konsumen tidak tergantung pada pasokan dari kantor developer," tambahnya. Selain bermitra dengan PLN, pada Maret 2010 REI Sultra juga sudah mencapai kesepakatan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sultra tentang kemudahan pengurusan sertifikat tanah bagi developer sebagaimana tertuang dalam MOU Nomor 43/Kep-300/III/2010 dan 101/DPD-REI/III/2010 "Developer memiliki pengalaman cukup sulit mengurus sertifikat. Kita semua berharap melalui kesepakatan ini akan meningkatkan usaha properti di daerah ini," katanya. Bisnis properti khususnya perumahan di Sultra terus berkembang seiring pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap perumahan. Tahun ini, REI Sultra menargetkan akan membangun sekitar 1.000 rumah di sejumlah titik, termasuk perumahan elite yang dilengkapi fasilitas Water Boom di kawasan by pass kota Kendari. Anggota Komisi 3 DPRD Sultra Nursalam Lada menyambut baik terobosan REI dalam memfasilitasi pemenuhan sambutan listrik baru bagi kalangan usaha properti. "Kendala serius yang dihadapi developer sehingga ragu menanamkan modal skala besar dalam pembangunan rumah adalah penerangan listrik. Mudah-mudahan sudah teratasi sehingga harapan masyarakat memiliki rumah menjadi kenyataan," kata Nursalam, politisi PDI-P. (sumber:vibiznews.com) |
BERITA
DownLoad |



