|
2010-05-31 13:27:59 REI Jateng minta PLN realisasikan sambungan listrik
SEMARANG - DPD Realestat Indonesia (REI) Jawa Tengah meminta PLN tahun ini dapat merealisasikan penyambungan listrik kepada 9.000 unit rumah di wilayah perumahan.Adapun model serah terima operasi (STO) dinilai bisa mengatasi masalah keterbatasan dana investasi PLN. Ketua DPD REI Jateng Sudjadi mengatakan melalui STO tersebut pengembang akan membangun jaringan di wilayah perumahannya dan kemudian diserahkan kepada PLN. "Tahun ini kami memproyeksikan mampu membangun 7.000-8.000 unit rumah baru, sehingga bila ditambah dengan jumlah yang belum terlayani listrik, maka kebutuhannya berkisar 15.000 rumah," katanya, kemarin. Menurut dia, target pelanggan baru PLN tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya sekitar 200.000-300.000 pelanggan baru. Sudjadi berharap 15.000 unit rumah yang dibangun REI bisa mendapat prioritas. Berdasarkan catatan, hampir 85% pelanggan PLN Jateng-DIY adalah rumah tangga sampai dengan 1.300 VA "Ini sesuai dengan MoU yang telah ditandatangani PLN dan REI Jateng pada 2008. Kami berharap ada prioritas untuk mendukung program pengadaan rumah oleh pemerintah pusat," lanjutnya. PLN dan REI Jateng sendiri dijadwalkan akan menandatangani nota kesepakatan baru pada 5 Maret 2010 terkait dengan penerapan sistem berlangganan listrik prabayar di seluruh rumah baru yang dibangun anggota REI Jateng. Sistem prabayar ini menurut Sudjadi antara lain untuk meminimalisasi jumlah pelanggan yang menunggak pembayaran rekening listrik. "Kami mengakui tidak sedikit penghuni perumahan yang menunggak pembayaran listrik. Melalui sistem prabayar bisa menekan tunggakan PLN sekaligus sebagai peluang tambahan penghasilan bagi developer yang menyediakan voucher token," paparnya. Sebelumnya Wakil Ketua DPD REI Jateng Djoko Santoso mengeluhkan lambatnya pasokan listrik dari PLN bagi perumahan baru. "Ini tidak hanya terjadi pada perumahan RSh, tapi juga perumahan menengah atas. Paling cepat harus menunggu 4 bulan," katanya. eterlambatan pasokan ini menambah panjang faktor yang menyebabkan minat masyarakat membeli rumah menurun. Faktor daya beli menjadi pertimbangan utama calon konsumen. Sarana dan prasarana perumahan menjadi pertimbangan berikutnya ketika daya beli sudah ada. (sumber:bataviase.co.id) |
BERITA
DownLoad |



