Search :
2010-06-18 17:28:48
Harga Properti Dinaikkan Mulai Juni
JAKARTA - Pengembang menunjukkan sinyal untuk menaikkan harga properti. Hal tersebut dipicu oleh kenaikan harga besi dan baja yang terjadi sejak April 2010.

"Harga besi-baja naik setiap hari sejak April. Apalagi, Krakatau Steel sudah mempersiapkan kenaikan. Sulit bagi pengembang untuk tidak menaikkan harga," ungkap Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria di sela Pameran REI Expo 2010

Upaya untuk mencegah kenaikan harga properti itu, kata dia, melalui penurunan bea masuk besi-baja. Apalagi, saat ini bea masuk yang dikenakan untuk industri perumahan sekitar 15-50%. "Untuk mengandalkan pasokan dalam negeri susah juga, makanya harus impor. Harga impor akan murah kalau bea masuk dikurangi," ujar dia.

Pengurangan bea masuk besi-baja itu nantinya akan berpengaruh pada penurunan biaya produksi. Apabila pemerintah tidak memfasilitasi penurunan atau penghilangan bea masuk itu, maka pada Juni 2010 para pengembang akan serempak meningkatkan harga properti untuk semua segmen perumahan.

"Saya kira bulan depan (Juni 2010) bakal naik, kalau besi-baja terus naik. Semua segmen akan naik. Yang tertinggi segmen rusunami karena komponen material berpengaruh besar pada harga jual. Lain halnya dengan apartemen mewah. Mereka mahal di finishing dan aksesoris. Jadi, tidak akan naik terlalu tinggi," tutur dia.

Meski belum memastikan persentase kenaikan, dia mengatakan, para pengembang tengah menghitung potensi kenaikan harga properti akibat meningkatnya harga besi-baja itu.

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengimbau untuk tidak menaikkan harga properti. "Saya pikir jangan dulu menaikkan harga. Memang pasti akan berpengaruh bagi pengembang, tapi itu hanya akan mengurangi marjin mereka sedikit," ujar dia.

Terkait hal itu, pihaknya akan mengundang para pengembang, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan yang terkait teknis dengan isu harga komponen properti. "Nanti akan kami undang untuk membicarakan komponen apa saja yang berpengaruh pada harga rumah. Kapan itu? Kami tunggu kesiapan mereka (pengembang) dan kementerian teknis," ucapnya.

Tercatat, semen dan besi-baja merupakan komponen terbesar yang mempengaruhi harga properti. Semen menjadi penyumbang 20% harga jual. Besi-baja merupakan penyumbang 14-16% harga properti. "Kami akan membicarakan bagaimana mengatasi pengaruh dua komponen ini supaya tidak negatif untuk harga rumah," ujarnya. (sumber:mediaindonesia.com)

Agenda

  • Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI Tahun 2009
  • HUT Ke-37 REI Tahun 2009
  • Rakernas REI Tahun 2008 dan Peringatan Hari Habitat Dunia 2008
  • Acara Temu Anggota(Talk Show) Alternatif Solusi Krisis Energi Listrik di Bandung
  • Agenda Kegiatan DPD REI

Regulasi

  • Undang-Undang
  • Perpu
  • Peraturan Pemerintah
  • Keputusan Presiden
  • Keputusan Menteri
  • Surat Edaran
  • Peraturan Lain
  • Peraturan Menteri

BERITA

  • REI Ajukan Uji Materi PP
  • REI: Permudah urusan fasum dan izin perumahan
  • Harga Bertahan, Profit RSh Menipis
  • DPP REI Umroh Bersama dengan 2.350 Dollar AS
  • Susahnya Pasang Baru Listrik
  • REI Sulsel : Lambat Pasokan Bahan Pengaruhi Pembangunan
  • REI Siap Buka Universitas Properti Global
  • REI Minta PTPN 2 Lepaskan Lahan 100 ha untuk Perumahan Rakyat
  • REI Home Expo Segera Digelar
  • REI Anggap Kurang Koordinasi

DownLoad

  • Form Laporan Pengembang utk BPN terkait PP 11 thn 2010
  • AD/ART REI Tahun 2007 - 2010
  • PMK No. 187
  • Referensi Peraturan-peraturan
  • Aspek Perpajakan Realestat
  • Mars REI
  • Hymne REI
DPP - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia © 2008-2009. Allright reserved, powered by ws