|
2010-06-18 17:34:10 LISTRIK ANCAM REALISASI RUMAH SUBSIDI DI KALBAR
Target pembangunan rumah bersubsidi terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kalimantan Barat tahun 2010 dikhawatirkan tidak tercapai karena keterbatasan energi listrik dari PLN. "Jika tidak ada solusi yang tepat dan cepat, kami khawatir tidak akan tercapai," kata Ketua DPD Real Estate Indonesia Kalbar, Aries Sanjaya, di Pontianak. DPD REI Kalbar sebelumnya rapat dengan PLN Kalbar terkait cadangan listrik yang sangat terbatas. Pihak PLN Kalbar sangat selektif untuk penambahan daya dan penyambungan baru listrik. Data dari PLN Kalbar, sistem kelistrikan Kota Pontianak dan sekitarnya, daya mampu 172,5 Mega Watt; sedangkan beban puncak 171,5 MW. Di Kabupaten Sambas, daya mampu 12,52 MW; beban puncak 12,35 MW. Sistem Ketapang, daya mampu 17,8 MW; beban puncak 17,5 MW. Di Sintang, daya mampu 12,60 MW; beban puncak 12,00 MW Aries Sanjaya mengatakan, REI Kalbar menargetkan anggotanya dapat membangun antara 3.000 unit hingga 5 ribu unit rumah dengan fokus pasar menengah ke bawah. Sedangkan di periode Januari - Mei 2010, yang terbangun antara seribu unit hingga dua ribu unit. Ia menambahkan, sebelumnya, masalah listrik untuk perumahan yang dibangun anggota REI Kalbar tidak ada kendala. "Ada 20 lokasi yang sudah disetujui PLN untuk penyambungan listrik bagi perumahan yang sedang dan sudah dibangun anggota REI," kata Aries Sanjaya. Ia memprediksi di lokasi itu dapat dibangun seribu hingga dua ribu unit rumah dengan asumsi satu lokasi ada 50 - 100 unit rumah. (sumber:lepmida.com) |
BERITA
DownLoad |



